Kutai Timur,Kaltim ~ Suasana penuh semangat, keakraban, dan kebersamaan tampak terasa kental di kediaman keluarga Tolo daeng Lau, salah satu tokoh masyarakat asal Makassar yang sangat dihormati di wilayah Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur, pada malam Minggu. Di tempat yang berfungsi sebagai titik berkumpulnya warga tersebut, ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Rantau Pulung hadir secara khusus untuk duduk bersama, membahas berbagai persoalan yang dihadapi, menyamakan pandangan, serta mematangkan segala persiapan menjelang pertemuan penting yang diagendakan pada hari Senin mendatang di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur.
Pemilihan lokasi pertemuan di kediaman Daeng Tolo bukan tanpa alasan. Sebagai tokoh masyarakat yang memiliki latar belakang etnis Makassar dan telah lama menetap serta berkiprah di wilayah ini, beliau dikenal sebagai sosok yang mampu menjembatani berbagai unsur warga, menjaga keharmonisan antarwarga, serta memberikan arahan yang bijak dalam setiap upaya memperjuangkan hak bersama. Kehadirannya dalam pertemuan tersebut memberikan ketenangan dan keyakinan tersendiri bagi seluruh peserta yang hadir.
Pertemuan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis dan matang agar suara serta aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara jelas, terstruktur, dan dalam satu kesatuan pandangan. Selama bertahun-tahun, berbagai persoalan menyangkut penguasaan lahan, hilangnya sumber penghidupan, serta hak-hak dasar yang belum terpenuhi menjadi alasan utama mengapa warga bergerak bersatu. Melalui pertemuan malam itu, seluruh peserta membahas secara rinci dan mendalam mengenai pokok-pokok permasalahan yang dihadapi, menyusun bukti-bukti kepemilikan lahan dan dokumen pendukung yang akan disampaikan, serta menyepakati sikap dan cara penyampaian yang akan dilakukan saat berhadapan dengan para wakil rakyat dan pihak-pihak terkait nantinya.
Dalam kesempatan tersebut, Daeng Tolo bersama para tokoh masyarakat lainnya menekankan betapa pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan sebagai modal utama perjuangan. “Kita harus berbicara dengan satu suara, berpijak pada kebenaran, dan tidak terpecah belah agar tidak ada keraguan atas apa yang kita perjuangkan. Pertemuan di DPRD nanti adalah kesempatan emas yang telah lama dinanti untuk menyampaikan fakta yang sebenarnya dan menuntut keadilan yang selama ini terabaikan,” tegas Tolo Daeng Lau dalam sambutannya yang disambut dengan anggukan setuju oleh seluruh warga.
Lebih lanjut, warga juga sepakat secara bulat untuk tetap menjaga sikap yang tertib, damai, serta senantiasa mengedepankan jalur hukum dan musyawarah dalam setiap langkah yang diambil. Mereka menegaskan bahwa perjuangan ini tidak bertujuan untuk menimbulkan kerusuhan atau ketegangan, melainkan semata-mata untuk meminta perhatian dan penyelesaian yang adil atas hak-hak yang dijamin oleh undang-undang.
Seluruh hasil pembahasan dan kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan malam Minggu itu akhirnya disusun menjadi pokok-pokok pembicaraan utama yang akan dibawa ke hadapan pimpinan dan anggota dewan. Warga memiliki harapan besar agar pertemuan hari Senin nanti dapat menjadi titik awal yang nyata untuk menemukan jalan keluar yang menguntungkan semua pihak, sekaligus membuka proses pemenuhan hak-hak mereka yang telah terabaikan dan menimbulkan penderitaan selama bertahun-tahun lamanya.
KA, Biro Kab Kutai Timur Muhammad Amir.,”








