Pontianak, Polda Kalbar — Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kalimantan Barat masih menjadi perhatian serius Polda Kalimantan Barat.
Berdasarkan hasil evaluasi internal, mayoritas kecelakaan terjadi akibat faktor kelalaian manusia (human error), seperti kurang disiplin berlalu lintas, pelanggaran aturan, hingga rendahnya konsentrasi saat berkendara di jalan raya.
Sebagai upaya menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban, Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Barat terus berupaya mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan preventif melalui berbagai program strategis yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Jumat (15/05).
Direktur Lalu Lintas Polda Kalbar, Kombes Pol. Valentinus Asmoro menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin melaksanakan operasi kewilayahan seperti Operasi Keselamatan Kapuas, Operasi Patuh Kapuas, dan Operasi Zebra Kapuas. Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan disiplin masyarakat serta penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan antara lain pengendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus, menggunakan telepon genggam saat berkendara, hingga melebihi batas kecepatan.
“.Selain operasi penegakan hukum, kami juga terus melakukan pemetaan titik rawan kecelakaan (black spot) serta rekayasa arus lalu lintas dengan menurunkan personel Patroli Jalan Raya (PJR) di jalur-jalur utama guna mencegah terjadinya kecelakaan. Di bidang edukasi, kami menggandeng media massa dan stakeholder terkait untuk mengampanyekan keselamatan berlalu lintas secara luas,” ujar Valentinus Asmoro.
Ia menambahkan Tidak hanya melalui penegakan hukum, kami juga memperkuat langkah preventif melalui edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang masih mendominasi korban kecelakaan lalu lintas.
“.Sosialisasi tersebut dilakukan melalui program Polwan Go To School dan Penerangan Keliling (Penling) yang menyasar lingkungan sekolah, komunitas, hingga ruang publik agar kesadaran tertib berlalu lintas dapat tumbuh sejak dini.
Selain itu, penerapan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) juga terus dioptimalkan di sejumlah titik strategis. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat secara objektif, modern, dan transparan tanpa harus selalu mengandalkan kehadiran petugas di lapangan. Tegas velantinus
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol. Bambang Suharyono mengatakan bahwa keselamatan berlalu lintas membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama dari seluruh pengguna jalan.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, mematuhi batas kecepatan, serta beristirahat apabila lelah atau mengantuk saat berkendara. Keselamatan harus menjadi kebutuhan dan prioritas utama,” tegasnya.
Polda Kalbar berharap melalui langkah preventif, edukatif, dan penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten, angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban di wilayah Kalimantan Barat dapat terus ditekan, sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas bagi seluruh masyarakat.
Korwil Kalbar Rustan.,”
