SAMARINDA – Di tengah kesibukan dan hiruk‑pikuk kehidupan masyarakat, masih ada sosok‑sosok yang tak lelah mengulurkan tangan demi sesama. Salah satunya tampak nyata lewat gerakan peduli sosial Rumah Juang Kalimantan Timur, yang dipimpin langsung oleh ketuanya, Iryanto Latief Daeng Tunru, yang juga dikenal luas dengan nama Dg Tunru. Bersama seluruh anggota tim yang berjiwa sosial tinggi, organisasi ini terus bergerak tanpa mengenal lelah melaksanakan kegiatan bakti sosial, menyalurkan bantuan, dan meringankan beban warga yang tertimpa musibah maupun mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Seluruh langkah kebaikan ini tumbuh subur dari ketulusan hati yang mendalam, dengan tekad teguh untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan, menjadi penolong dan penghibur bagi siapa saja yang memerlukan uluran tangan sesama manusia.
Kali ini, perhatian dan kepedulian Rumah Juang Kaltim tertuju kepada warga yang baru saja dilanda musibah besar, yaitu kebakaran yang menghanguskan tempat tinggal mereka. Kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan di lingkungan warga Jalan Pangeran Bendahara, Gang Sepakat, RT 07, Kelurahan Tenun, Kecamatan Samarinda Seberang. Kedatangan rombongan disambut dengan sangat hangat, penuh rasa haru, serta antusiasme yang tinggi dan senyum bahagia dari seluruh warga yang terkena dampak musibah. Bagi mereka yang baru saja kehilangan harta benda dan tempat berlindung, kehadiran tim Rumah Juang terasa begitu berarti dan menyejukkan hati; bantuan yang diberikan tak sekadar meringankan beban kebutuhan sehari‑hari, tetapi juga menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi cobaan berat ini, serta membangkitkan kembali semangat dan harapan baru untuk bangkit kembali.
Di balik berjalannya berbagai kegiatan mulia ini, ada kisah perjuangan dan keteladanan yang patut dicontoh. Iryanto Latief Daeng Tunru adalah seorang perantau yang berangkat jauh dari kampung halamannya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, membawa harapan dan tekad kuat untuk membangun kehidupan yang lebih baik di tanah perantauan, tepatnya di Samarinda, Kalimantan Timur. Sehari‑harinya, beliau bekerja keras mengelola usaha dagang yang sederhana namun sangat disukai dan dikenal luas oleh masyarakat, yaitu menjual masakan khas asal daerah kelahirannya, Coto Makassar. Berkat ketekunan, kejujuran, pelayanan yang ramah, serta rasa hormat kepada siapa saja yang datang berbelanja, usahanya makin dikenal dan berkembang baik. Dari hasil keringat dan penghasilan yang diperolehnya, beliau senantiasa menyisihkan sebagian rezeki yang didapat untuk dibagikan kembali kepada mereka yang lebih membutuhkan. Semangat berbagi inilah yang kemudian menggerakkannya untuk mengumpulkan teman‑teman sejiwa dan mendirikan wadah persatuan bernama Rumah Juang Kalimantan Timur.
Seluruh kegiatan, perencanaan, dan pertemuan kebaikan diorganisir dan disusun dari tempat yang sederhana namun penuh makna, yaitu sekretariat pusat organisasi yang beralamat di Jalan Pattimura Nomor 27, Gang Komura 4, RT 04, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang. Dari lokasi inilah niat‑niat baik dirancang, bantuan dikumpulkan, dan dikirimkan ke berbagai penjuru wilayah, mulai dari lingkungan sekitar hingga ke tempat‑tempat yang lebih jauh dan sulit dijangkau, demi menyentuh hati dan membantu sebanyak mungkin warga yang memerlukan dukungan.
Bagi Iryanto Latief Daeng Tunru, keberhasilan dalam berusaha dan berkumpulnya orang‑orang baik di dalam satu wadah adalah amanah besar yang harus dijaga dan dibagikan manfaatnya kepada sesama. “Apa yang kami miliki hanyalah titipan Tuhan, dan kewajiban kami adalah membagikannya kembali kepada mereka yang sedang kekurangan,” ujarnya dengan rendah hati. Bersama seluruh anggota tim, beliau bertekad menjadikan Rumah Juang Kalimantan Timur sebagai tempat persatuan yang kokoh, wadah persaudaraan yang hangat, serta pusat kepedulian yang senantiasa hadir membawa harapan, pertolongan, dan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar maupun masyarakat luas di seluruh Kalimantan Timur. Semoga langkah mulia ini terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta menyebarkan kebaikan.
Korwil Kaltim Muhammad Thio Adnan.,”
