Ratusan Nasabah BMT BUS Mandor Hadiri Mediasi, Kapolsek Pastikan Situasi Kondusif

 

Polsek Mandor~ Polres Landak ~ Polda Kalbar ~Suasana ruang rapat Kantor Camat Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, sempat dipenuhi ketegangan saat ratusan nasabah Koperasi Simpan Pinjam Baitul Maal Wal Tamwil (BMT) Bina Ummat Sejahtera (BMT BUS) menghadiri kegiatan mediasi terkait persoalan simpanan dan pengelolaan dana koperasi. Kegiatan tersebut mendapat pengamanan langsung dari personel Polsek Mandor, ” Jumat (17/4/2026)

 

Mediasi dipimpin dengan kehadiran sejumlah pihak terkait, di antaranya Kapolsek Mandor IPDA Bernadus Didy Kusnadi, S.H., M.H., Manajer BMT BUS Cabang Utama wilayah Kalbar Ahmad Agus Setiawan, jajaran karyawan BMT BUS Mandor, serta sekitar 150 nasabah dari total ribuan anggota di wilayah Kecamatan Mandor.

 

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Mandor IPDA Bernadus Didy Kusnadi, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran pihak kepolisian bertujuan untuk memastikan jalannya mediasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap persoalan simpanan di koperasi tersebut.

 

Kapolsek Mandor dalam kesempatan tersebut juga menambahkan bahwa pihak kepolisian hadir semata-mata untuk menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tengah dinamika aspirasi masyarakat.

 

“Polsek Mandor bersama unsur terkait berkomitmen mengawal jalannya mediasi ini agar tetap kondusif. Kami mengimbau seluruh pihak, khususnya para nasabah, untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Permasalahan ini sedang kita fasilitasi untuk dicari solusi terbaik secara musyawarah,” ujarnya.

 

Dalam forum mediasi, pihak manajemen BMT BUS menyampaikan penjelasan terkait alur pengelolaan dana nasabah. Manajer BMT BUS Cabang Utama wilayah Kalbar, Ahmad Agus Setiawan, menjelaskan bahwa dana yang dihimpun dari cabang Mandor selama ini telah disalurkan ke kantor pusat untuk kebutuhan operasional dan pengembangan usaha. Ia juga menyebutkan bahwa penarikan dana secara nasional telah mencapai nilai besar, serta menegaskan bahwa kondisi kas di cabang Mandor saat ini tidak tersedia dalam bentuk tunai.

 

Sementara itu, perwakilan BMT BUS Mandor, Mashudi, memaparkan data jumlah nasabah yang mencapai sekitar 3.000 orang dengan total simpanan yang terhimpun sejak berdiri hingga April ini mencapai kurang lebih Rp8,5 miliar. Ia juga menjelaskan adanya penyaluran dana ke kantor pusat serta pembiayaan pinjaman kepada nasabah dengan sebagian di antaranya mengalami keterlambatan pembayaran.

 

Dalam sesi dialog, suasana sempat memanas ketika sejumlah perwakilan nasabah menyampaikan aspirasi dan kekecewaan mereka. Nasabah atas nama Deni dan Endi Hakamaju, S.Sos., hingga Drs. Rajiman, secara bergantian meminta kejelasan serta pertanggungjawaban pihak pengelola, termasuk harapan agar ada kepastian pengembalian dana simpanan.

 

Para nasabah juga menuntut transparansi jumlah kas, kejelasan data tabungan, serta langkah konkret penyelesaian, termasuk permintaan agar pihak pengurus memberikan surat pernyataan tanggung jawab dan menghadirkan kepastian pengembalian dana dalam waktu dekat.

 

Menanggapi situasi tersebut, pihak BMT BUS cabang Kalbar kemudian menyampaikan surat pernyataan resmi yang dibacakan di hadapan peserta mediasi. Dalam pernyataan itu, pihak manajemen menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab, mendata ulang seluruh nasabah, mengeluarkan buku tabungan yang masih tertahan, hingga komitmen untuk menjual aset koperasi sebagai langkah pengembalian dana nasabah secara bertahap

 

Selain itu, pihak manajemen juga menyatakan kesediaan untuk menghadirkan pengurus pusat serta menjadikan proses penyelesaian ini sebagai prioritas dalam jangka waktu yang telah disepakati bersama.

 

Di akhir kegiatan, aparat kepolisian bersama pihak kecamatan terus melakukan pendampingan agar suasana tetap terkendali. Mediasi diharapkan menjadi langkah awal penyelesaian permasalahan secara musyawarah, dengan tetap mengedepankan ketertiban, hukum, dan kepentingan masyarakat luas.

 

Salah satu warga yang hadir menyampaikan harapan agar persoalan ini dapat segera menemukan titik terang dan tidak menimbulkan gejolak lanjutan di tengah masyarakat.

 

Kegiatan mediasi pun ditutup dalam situasi yang relatif kondusif, meski masih menyisakan harapan besar dari para nasabah terhadap kepastian penyelesaian dana simpanan mereka.

 

KA, Biro Kab Landak Basirun.”

 

 

Ratusan Nasabah BMT BUS Mandor Hadiri Mediasi, Kapolsek Pastikan Situasi Kondusif

Related posts