Palu – Peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah tahun ini ditandai dengan sebuah peristiwa literasi yang monumental. Bertempat di Jodjokodi Convention Center (JCC) Kota Palu, Rabu malam, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag., secara resmi meluncurkan dua buku terbaru yang membedah visi besar “Sulteng Nambaso” di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid.
Dua karya tersebut bertajuk “BERANI Berkah: Fondasi Spiritual Pembangunan Sulawesi Tengah” dan “BERANI Sehat: Menyalakan Harapan di Setiap Nyawa”.
Peluncuran yang dilakukan langsung bersama Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido ini menjadi penanda lahirnya cetak biru pembangunan daerah yang memadukan dimensi kesehatan, spiritualitas, dan kebijakan publik.
Bagi Prof. Zainal, kedua buku yang disusunnya secara kolaboratif bersama Dr. Kamridah ini bukan sekadar karya literasi biasa. Prof Zainal menyebut kedua buku tersebut sebagai “dua sisi dari satu koin peradaban”, yakni Jasad dan Ruh.
“Kedua buku ini sebagai bentuk apresiasi atas kerja nyata yang dilakukan Gubernur Sulawesi Tengah, Pak Anwar Hafid. Saya kira beliau membawa gebrakan dengan program BERANI, di antaranya Berani Berkah dan Berani Sehat yang kini dirasakan masyarakatmanfaatnya,” ujar Ketua FKUB Sulteng itu.
Prof Zainal menjelaskan, buku “BERANI Sehat” merupakan buku yang mengulas kerja Anwar Hafid dan dr Reny dalam ikhtiar merawat jasad atau tubuh masyarakatnya.
Menurutnya, di antara kebutuhan masyarakat mempermudah administratif saat membutuhkan pertolongan medis.
Dengan kebijakan penggunaan KTP sebagai akses utama layanan kesehatan, Sulawesi Tengah sedang melakukan reposisi filosofis dari menagih kewajiban menjadi menjamin hak dasar rakyat.
Sementara itu, raga yang terawat membutuhkan jiwa yang kuat melalui dan itu dikerjakan pasangan Anwar – Reny melalui program “BERANI Berkah”.
Prof. Zainal menekankan bahwa kemajuan fisik seperti pembangunan jalan dan gedung tidak akan bermakna tanpa diiringi integritas moral.
“Buku ini adalah napas keikhlasan yang memastikan bahwa setiap kerja seorang pejabat dijiwai oleh rasa takut kepada Allah dan cinta kepada rakyatnya,” jelas Rais Syuriyah PBNU itu.
Salah satu poin paling krusial yang dibedah Prof. Zainal adalah konsep yang dibangun Anwar – Reny dalam kepemimpinannya. Ia menilai konsep yang dibangun ialah dengan membangun sistem tanpa batas waktu dalam memberikan pelayanan kepada rakyat.
Oleh karena itu, ia mendorong agar model pembangunan Sulawesi Tengah menjadi sistem yang “autopilot” sebuah ekosistem yang bekerja secara mandiri dan tak tergoyahkan oleh siapa pun pemegang estafet kepemimpinan nantinya.
Prof. Zainal menambahkan sistem yang dilakukan di Sulawesi Tengah ini dapat menjadi role model bagi daerah lain dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di Sulawesi Tengah kata dia, masyarakat mendapat jaminan dilayani di rumah sakit mana saja dengan modal hanya KTP.
“Sulawesi Tengah dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Buku Berani Berkah dan Berani Sehat ini berisi pesan kepada semuanya. Bahwa jika Sulawesi Tengah dapat melakukan yang seperti ini, seharusnya dapat juga dilakukan di berbagai wilayah lain, karena saya kira ini hal yang sangat positif,” ucapnya.
Prof. Zainal berharap dua karya ini menjadi panduan hidup di tengah masyarakat, bukan sekadar pajangan di rak buku.
Prof Zainal membayangkan, di masa mendatang Indonesia Sehat 2045 dimulai dari detak jantung rakyat di desa-desa terpencil Sulawesi Tengah yang kini merasa tenang karena negaranya benar-benar hadir.
“Sejarah tidak akan mencatat seberapa lama kita berkuasa, tetapi seberapa banyak nyawa yang berhasil kita jaga. Mari kita nyalakan obor harapan ini,” demikian jelas ulama kharismatik ini.
PMBcom.,”
