Bengkayang, Kalbar – Prof. Dr. Ir. Ali Zum Mashar, penemu teknologi Mikroba Google dan Bio Perforasi, membagikan tips dan trik penanaman jagung yang baik dan benar untuk mewujudkan kabupaten Bengkayang sebagai salah satu pusat produksi jagung di Indonesia.
Dalam budidaya jagung, dijelaskan Prof. Ali, terdaoat berbagai aspek penting mulai dari cara menanam, perawatan, pemupukan, hingga penanganan penyakit pada tanaman jagung.
“Cara merawat jagung itu cukup mudah. Dengan melihat postur tanamannya saja, kita bisa tahu penyebab jumlah biji yang sedikit pada tongkol jagung,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemupukan yang tepat agar tanaman memperoleh nutrisi yang cukup dari tanah.
“Pemberian pupuk tidak boleh berlebihan agar pH tanah tetap stabil dan tanaman tetap mendapatkan nutrisi yang optimal. Dengan menambahkan pupuk Mikroba Google, mikroba tersebut mampu melacak zat potensial dari kandungan mineral tanah yang tersembunyi. Ini akan membantu biosintesis mikroorganik dan bertindak sebagai bioaktivator tanah, sehingga mampu mengkondisikan kesuburan tanah secara alami,” paparnya.
Selain pemupukan, Prof. Ali juga mengingatkan pentingnya pengelolaan penyakit tanaman, terutama yang disebabkan oleh jamur.
“Jika para petani melihat bercak hitam atau daun layu yang tidak lazim, segera lakukan peninjauan terhadap tanaman tersebut. Bisa jadi, jagung terkena jamur yang dapat merusak pertumbuhan tongkol,” ungkapnya.
Ia menyarankan agar bagian tanaman yang terkena jamur segera dicabut atau dibuang untuk mencegah penyebaran ke tanaman lain.
“Jika tidak ditangani dengan cepat, tongkol jagung akan memiliki baris biji yang sedikit, sekitar 10-11 biji per baris. Sedangkan, tanaman yang sehat dan tidak terdampak jamur bisa memiliki baris biji yang lebih banyak, berkisar 18-20 biji atau lebih,” tambahnya.
Prof. Ali berharap agar pertanian di Bengkayang semakin maju dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.
“Saya berharap pertanian di Bengkayang lebih maju dan berkelanjutan, sehingga lingkungan kita tetap mendukung kehidupan hingga ribuan tahun ke depan,” tutupnya.
Dalam kesempatan ini, Prof. Ali dan tim juga menyatakan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah Bengkayang melalui percepatan alih teknologi, transformasi pertanian, dan peningkatan kecerdasan para petani.
Koordinator Liputan wilayah Kalbar, Rustan.”








