Poso – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, Bhabinkamtibmas Desa Sangira, Polsek Pamona Utara, Polres Poso, Bripka Frangky Kristofel Lanipa melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan perundungan (bullying) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sangira, Senin (27/4/2026) pukul 09.00 WITA.
Kegiatan tersebut disambut hangat oleh Penjabat (Pj.) Kepala Sekolah SDN Sangira, Ibu Suria Ratna Liudongi, S.Pd., bersama dewan guru dan para siswa. Dalam penyampaiannya, Bripka Frangky memberikan edukasi dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak, mulai dari pengertian bullying, jenis-jenisnya seperti fisik, verbal, hingga sosial, serta dampak negatif yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku.
“Adik-adik harus paham, teman adalah sahabat. Mengganggu, mengejek, atau memukul teman itu tidak boleh. Jika melihat ada teman yang dibully, segera lapor kepada Bapak/Ibu Guru atau Polisi,” ujar Bripka Frangky di hadapan siswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan sebagai bagian dari nilai toleransi yang harus ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Pj. Kepala Sekolah SDN Sangira, Ibu Suria Ratna Liudongi, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Polri dalam memberikan edukasi kepada siswa.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Polsek Pamona Utara melalui Bhabinkamtibmas. Penyuluhan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan berani berkata tidak terhadap kekerasan. Ini menjadi bekal penting dalam mendidik generasi penerus,” ungkapnya.
Kapolsek Pamona Utara, AKP Risdiyanto, yang turut memantau kegiatan tersebut menegaskan bahwa pencegahan bullying menjadi salah satu prioritas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir di sekolah-sekolah. Pencegahan bullying bukan hanya tugas guru, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara sekolah, orang tua, dan kepolisian, kami berharap kejadian perundungan di wilayah hukum Polsek Pamona Utara dapat ditekan. Anak-anak adalah aset masa depan yang harus dilindungi,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara siswa dan Bhabinkamtibmas serta foto bersama sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan sekolah ramah anak dan bebas dari bullying di Desa Sangira.
PMBcom.,”








