Penyebab Rendahnya Kualitas Wartawan Di Kabupaten Sinjai,Kurangnya Prinsip Profesionalisme

Wartawan yang saling sikut-menyikut dapat disebut sebagai bentuk persaingan tidak sehat atau pelanggaran terhadap kode etik jurnalistik. Perilaku ini bertentangan dengan prinsip profesionalisme, independensi, dan integritas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang wartawan demi menjaga kepercayaan publik,.

 

Kami sangat menyayangkan sikap rekan~rekan wartawan kabupaten Sinjai,saling menjatuhkan sesamanya,menjadi fenomena yang kurang beretika.

 

Persaingan tidak sehat,” Sikut-menyikut dapat diartikan sebagai persaingan yang tidak sportif dan merugikan rekan seprofesi, misalnya dalam mendapatkan berita dengan cara-cara yang tidak etis.

 

Pelanggaran kode etik,” Kode etik jurnalistik diwajibkan bagi setiap wartawan untuk menjaga integritas profesinya. Perilaku sikut-menyikut melanggar prinsip-prinsip seperti kejujuran, keakuratan, dan menghargai sesama profesi,bukan saling menjatuhkan.

 

Berdampak negatif,” Perilaku ini dapat merusak reputasi profesi wartawan secara keseluruhan dan berpotensi menimbulkan kebencian sesama wartawan.

 

” Ini ibarat jeruk makan jeruk namanya, Seharusnya tidak perlu terjadi seperti ini,tanamkan sikap Solidaritas dan soliditas sesama profesi,sikut menyikut Tuding menuding sesama profesi Kalau bukan kita sesama profesi siapa lagi..! Perlunya teman~teman wartawan kabupaten Sinjai saling menghargai bukan menjatuhkan,tegas Ismail.

 

Kami sangat menyayangkan kepada teman~teman kita ini wartawan punya wawasan luas,kita juga perlu saling menjaga profesi sebagai wartawan.kalau tidak ada saling menghargai apa kata masyarakat,kita bisa kehilangan kepercayaan terhadap publik,

 

Fenomena yang sangat kami sesalkan adalah pihak polres kabupaten Sinjai, khususnya di kehumasan yang tidak profesional menggalang kemitraan dengan wartawan,seharus nya pihak humas polres kabupaten Sinjai tidak ada yang di khususkan..!

Mau itu dari media mana saja, Wartawan/jurnalis harus di rangkum,

 

” Jujur kami sangat kecewa terhadap humas polres kabupaten Sinjai,yang memilah~milah wartawan yang di masukkan ke grup WhatsApp,kami sudah di masukkan lalu di keluarkan lagi,ada apa-apanya,syukur kami mengangkat rilis berita nya,dan kami juga tidak pernah meminta apa-apa.

Dan kami selalu menjaga kemitraan dengan polri.

 

wartawan banyak kurang solid” dapat dipahami dari beberapa perspektif, seperti rendahnya profesionalisme sebagian wartawan,

 

Rekan-rekan wartawan kabupaten Sinjai mari kita saling menghargai,tidak perlu kita saling menjatuhkan,hentikan itu bahasa ” penghianat”,kita sama profesi harus saling menghargai dan menjaga kode etik.

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *