Bantaeng ~ Maraknya kasus pencurian di Pasar Banyorang, Kabupaten Bantaeng, dalam satu bulan terakhir menuai sorotan keras dari Koalisi Pemuda dan Mahasiswa Bergerak (KPMB) Sulawesi Selatan. Kejadian yang terjadi berulang kali tanpa penanganan serius dinilai sebagai bentuk kelalaian pengelola pasar, Senin 23 Maret 2026.
Ketua KPMB Sulsel, M. Aulady, menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa. Ia menilai lemahnya sistem keamanan serta minimnya respons dari pengelola pasar menunjukkan buruknya tata kelola yang berdampak langsung pada para pedagang.
“Kasus pencurian ini sudah berulang kali terjadi dalam satu bulan terakhir. Namun hingga hari ini, tidak ada langkah konkret dari pengelola pasar. Ini adalah bentuk kelalaian yang tidak bisa ditoleransi,” tegas M. Aulady.
Menurutnya, pengelola pasar, khususnya kepala pasar, memiliki tanggung jawab penuh dalam menjamin keamanan dan kenyamanan aktivitas ekonomi di dalam pasar. Jika hal tersebut tidak mampu dijalankan, maka sudah sepatutnya dilakukan evaluasi secara menyeluruh.
“Kami menilai kepala pasar gagal menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi dan tidak menutup kemungkinan mencopot kepala pasar jika terbukti tidak mampu bekerja secara maksimal,” lanjutnya.
KPMB Sulsel juga menyoroti tidak adanya langkah preventif seperti penambahan petugas keamanan, pemasangan CCTV, maupun patroli rutin yang seharusnya menjadi standar dalam pengelolaan pasar.
Lebih lanjut, M. Aulady menegaskan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata dari pihak terkait, pihaknya akan mengambil langkah lanjutan sebagai bentuk kontrol sosial.
“Kami tidak akan tinggal diam. Jika tidak ada respons serius, kami akan turun langsung melakukan aksi sebagai bentuk peringatan kepada pemerintah daerah agar tidak abai terhadap keresahan masyarakat,” tutupnya.
Desakan ini mencerminkan meningkatnya tekanan publik terhadap pengelolaan Pasar Banyorang yang dinilai gagal memberikan rasa aman bagi para pedagang. Pemerintah daerah pun diharapkan segera mengambil langkah tegas sebelum situasi semakin memburuk.
Sumber : Koalisi Pemuda dan Mahasiswa Bergerak (KPMB) Sulawesi Selatan
