Polda Kalsel ~ Pusat Studi Kepolisian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Formulasi Kebijakan Dan Inovasi Teknologi Akselerasi Transformasi Logistik Zero Over Dimension & Over Loading Kalimantan Selatan Tahun 2027”, pada Rabu (17/6/2026). Langkah ini diambil mengingat posisi strategis Kalimantan Selatan sebagai salah satu pintu gerbang logistik di Pulau Kalimantan.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Universitas Lambung Mangkurat dan Pusat Studi Kepolisian atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, regulasi mengenai batasan dimensi dan muatan kendaraan sebenarnya sudah digodok sejak tahun 2009, namun implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala.
Guna menjawab persoalan lalu lintas dan transformasi logistik yang kian kompleks, Kapolda menekankan pentingnya pendekatan akademis yang komprehensif dan multi disiplin.
“Pendekatan akademis ini sangat penting karena melibatkan seluruh dimensi dan stakeholder—mulai dari pelaku usaha, masyarakat, pengguna jalan, hingga pemerintah. Seminar ini menjadi ruang evaluasi bagi kami, khususnya jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel, untuk membangun komitmen bersama dalam menegakkan aturan demi keselamatan dan keberlanjutan pembangunan,” tegas Kapolda.
Sementara itu, Ketua Pusat Studi Kepolisian ULM, Hj. Rahmida Erliyani mengungkapkan bahwa mobilitas pengangkutan barang menuju wilayah Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Timur sebagian besar bertumpu pada jalur Kalsel. Namun, kondisi ini membawa tantangan besar. Berdasarkan laporan dari Polda Kalsel, maraknya armada bermuatan lebih (over loading) maupun yang melanggar dimensi standar (over dimension) memicu tingginya angka kecelakaan dan kerusakan infrastruktur jalan.
“Melalui seminar nasional ini, kami mengingatkan kembali pentingnya memperhatikan keselamatan berkendara dan menjaga keawetan infrastruktur jalan. Diperlukan kebersamaan dari seluruh stakeholder terkait agar target pemerintah secara nasional untuk mencapai ‘Zero Over Dimension dan Over Loading’ dapat terwujud pada tahun 2027 mendatang,” ujar Hj. Rahmida.
Senada dengan hal tersebut, Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si. juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polda Kalsel dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas sinergi yang terus terjalin dalam merumuskan kebijakan serta inovasi teknologi transportasi.
Ia menjelaskan bahwa misi menuju Zero Over Dimension dan Over Loading bukan sekadar pembatasan muatan, melainkan upaya menciptakan efisiensi menyeluruh, baik pada aspek infrastruktur, sarana transportasi, maupun tingkat kepatuhan hukum.
“Jika aturan ini ditegakkan dengan baik, maka akan tercipta iklim usaha yang kondusif. Angka kecelakaan bisa kita tekan seminimal mungkin, umur kendaraan menjadi lebih panjang, dan usia pakai jalan pun lebih awet,” papar Rektor ULM.
Pihak universitas berharap seminar nasional ini dapat menyamakan persepsi dan memberikan edukasi yang kuat bagi seluruh pihak, sehingga transformasi logistik di Kalimantan Selatan dapat berjalan lebih aman, efisien, dan bebas dari pelanggaran Over Dimension dan Over Loading di masa depan.
Korwil Kalsel Wahyuddin.,”








