Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kecamatan Entikong menjadi wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Tempat ini juga memiliki jalur perbatasan darat langsung antara Indonesia dan Sarawak, Malaysia.
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong merupakan satu dari tiga pintu masuk resmi yang menjadi pembatas Indonesia dan Malaysia. Jaraknya lebih kurang tiga jam dari Bandar Udara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
Tak sedikit warga Indonesia yang bukan dari Entikong melewati daerah ini untuk mencoba peruntungan di Negeri Jiran.
Membahas Warga Negara Indonesia yang menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri, persoalan legal dan ilegal menjadi tak terhindarkan.
” Kehidupan masyarakat perbatasan Sarawak sangat bergantung pada aktivitas ekonomi lintas batas dan dipengaruhi oleh faktor budaya dan geografis, dengan mata pencarian utama seperti petani dan pekebun. Sebagian penduduk tinggal di rumah tradisional Suku Dayak Iban dan Bidayuh, dengan pasar perbatasan menjadi pusat pertukaran barang antara pedagang Indonesia dan pembeli Malaysia. Namun, kehidupan di daerah ini juga diwarnai oleh tingginya harga bahan pokok, ketergantungan pada pasokan dari Malaysia, dan kompleksitas akses karena penutupan jalur sementara.
Mayoritas masyarakat perbatasan, seperti Suku Dayak Bidayuh di Kampung Serikin, bekerja sebagai petani dan pekebun.
Pasar di perbatasan menjadi pusat kegiatan ekonomi, di mana pedagang Indonesia menjual barang kepada pembeli dari Malaysia, dan sebaliknya.
Masyarakat di perbatasan sering kali membeli kebutuhan pokok dari Malaysia karena harga lebih murah, meskipun terkendala biaya transportasi.
Suku Dayak Iban dan Bidayuh mendiami rumah tradisional yang disebut rumah panjang atau betang, yang merupakan rumah kayu memanjang dengan banyak pintu dan kamar untuk setiap keluarga.
Daerah perbatasan sering kali memiliki infrastruktur yang terbatas, dengan akses jalan yang sulit dan penerangan yang terbatas.
Akses ke Malaysia kadang ditutup oleh pihak berwenang, menyulitkan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan barang dari Malaysia.
PMBcom.”
