Memaknai Hakikat Kemerdekaan Indonesia, “Menghadapi Zaman Modernisasi

Oplus_0

Memaknai Hakikat Kemerdekaan Indonesia, “Menghadapi Zaman Modernisasi 

 

Opini Publik,

Dahlan Sapa Pimpinan Umum.

Pena Mitra Bhayangkara.com

 

Kalsel, Banjarmasin ~ Bulan Agustus adalah bulan yang sangat istimewa bagi bangsa Indonesia, karena pada bulan Agustus tercatat beberapa peristiwa penting dan bersejarah, terutama  sejarah Proklamasi  kemerdekaan bangsa Indonesia.

 

Tanggal 17 Agustus 1945 adalah awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak saat itulah, secara de facto dan  de jure bangsa Indonesia dinyatakan merdeka. Merdeka dalam arti yang sederhana yaitu lepas dari cengkraman dan kekejaman para penjajah, sedangkan merdeka dalam arti yang luas adalah kita bisa menentukan nasib bangsa kita sendiri tanpa campur tangan dari bangsa lain, kita merdeka secara ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya

 

Kemerdekaan adalah kata yang sering kali diucapkan tanpa memahami maknanya yang mendalam. Kita merayakan kemerdekaan setiap tahun, namun seberapa jauh kita mengerti arti sebenarnya dari kata ini? Kemerdekaan bukan sekadar tanggal merah dalam kalender atau perayaan kembang api yang spektakuler. Kemerdekaan adalah hak asasi manusia yang berharga, yang diraih melalui perjuangan dan pengorbanan.

 

Sejarah telah mengajarkan kita tentang betapa berharganya kemerdekaan. Generasi terdahulu mempertaruhkan nyawa dan masa depan mereka untuk membebaskan negara dari belenggu penjajahan. Namun, pertanyaannya adalah, apakah kita telah menjaga dan menghargai hasil perjuangan mereka? Kemerdekaan bukan hanya tentang hak untuk mengeluarkan suara dalam pemilu atau bebas berbicara. Ia melibatkan tanggung jawab untuk membangun negara yang lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera.

 

Di era modern ini, kemerdekaan juga harus diartikan sebagai kebebasan dari ketidaksetaraan dan diskriminasi. Masa depan kemerdekaan adalah menghapus batas-batas fisik dan mental yang memisahkan kita. Teknologi dan globalisasi telah membuka pintu untuk berinteraksi dan belajar dari berbagai budaya, menggugah semangat inklusivitas yang sejalan dengan semangat kemerdekaan sejati.

 

Di era Indonesia modern yang ditandai dengan derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang dirayakan secara gegap gempita, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam hal kesadaran berbangsa dan bernegara.

 

Derasnya gempuran kebudayaan asing yang terfasilitasi dengan media dan teknologi internet dapat secara bebas leluasa hadir di tengah-tengah masyarakat kita dan berpotensi mendominasi serta mempengaruhi kebudayaan lokal.

 

Ditambah lagi dengan permasalahan-permasalahan negara lainnya yang mengancam kedaulatan bangsa, khususnya pasca 1998, seperti bermunculannya ideologi yang berseberangan dengan ideologi negara, terorisme, radikalisme, serta konflik sosial berbasis suku, ras dan agama.

 

Singkatnya, sekelumit permasalahan bangsa di atas sedikit banyak menjelaskan bahwa Indonesia sedang menghadapi tantangan serius terkait dengan nasionalisme.

 

Menurunnya nilai-nilai nasionalisme di kalangan masyarakat sebetulnya bukan perkara baru, melainkan permasalahan klasik yang terus dialami bangsa ini sejak Indonesia merdeka dari penjajahan kolonial hingga saat ini.

 

Perlunya perang penting media menjaga stabilitas keamanan, politik,serta banyak berita hoax yang selalu ingin memecah belah persatuan dan kerukunan bermasyarakat, oleh karena itu wartawan, jurnalistik, sangat berperan penting dalam hal~hal pemberitaan yang tidak benar.

Redaksi Media Online PMB.com.”

Related posts