PALU – Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Sulawesi Tengah bersinergi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu pada 16 Juni 2026 lalu.
Bantuan yang didistribusikan berupa ratusan kardus mi instan dan puluhan karton roti siap konsumsi. Bantuan tersebut disalurkan kepada warga terdampak di sejumlah lokasi, khususnya di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, yang menjadi salah satu wilayah terdampak cukup parah akibat bencana ini.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui sejumlah rumah ibadah, di antaranya Gereja Bala Keselamatan, Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI), serta Masjid Al-Muhajirin Desa Kamarora. Selain itu, bantuan juga diberikan langsung kepada warga yang masih bertahan di posko-posko darurat sederhana yang didirikan di sekitar rumah.
Tidak hanya itu, ratusan bungkus roti siap konsumsi turut dibagikan langsung kepada masyarakat dan anak-anak yang berada di sekitar lokasi pengungsian maupun di sepanjang jalan desa. Sebagian bantuan juga dititipkan di Posko Kecamatan Nokilalaki dan diterima oleh pihak kecamatan untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Dalam proses pendistribusian, tim FKUB dan BAMAG turut berkoordinasi dengan unsur pemerintah, BPBD, TNI, Polri, relawan kemanusiaan, serta tim dari Islamic Relief yang telah beberapa hari bertugas membantu penanganan dampak gempa di wilayah ini.
Masyarakat setempat hingga kini masih merasakan kecemasan akibat gempa susulan yang sesekali terjadi. Meski tidak berkekuatan besar, getaran yang masih dirasakan membuat sebagian warga kembali berhamburan keluar rumah dan mencari tempat yang dianggap lebih aman.
Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan donasi yang dipercayakan oleh Dewan Penyantun BAMAG Sulawesi Tengah, Hendrik G Liyanto, kepada FKUB untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana. Turut hadir dalam kegiatan pendistribusian tersebut Ketua Forum Tokoh Agama Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Sulawesi Tengah yang juga Ketua FKUB Kabupaten Sigi, Sofyan Nur, bersama sejumlah pengurus dan relawan lainnya.
Sekretaris FKUB Sulawesi Tengah, H. Muh. Munif Godal menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan proses distribusi bantuan dan aksi sosial Bamag dan tokoh lintas agama.
“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Kepedulian kemanusiaan tidak memandang perbedaan agama, suku maupun golongan. Duka yang dirasakan saudara-saudara kita adalah duka kita bersama. Karena itu kami mengajak masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk turut membantu dan meringankan beban warga yang terdampak bencana,” ujarnya.
Munif berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang masih membutuhkan. Sekaligus menjadi ikhtiar bersama memberikan semangat gotong royong dan kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Tengah dalam menghadapi musibah kemanusiaan.
“duka mereka adalah duka kita semua, mari bersama membantu meringankan beban warga yang terdampak bencana” pungkasnya.
