Antisipasi karhutla di musim kemarau, Polsek Lore Utara dan Manggala Agni gelar patroli terpadu di Padang Napu

 

POSO – Dalam upaya mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau, Polsek Lore Utara bersama Tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Daops Sulawesi II/Pondok Kerja Palu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melaksanakan patroli terpadu di wilayah Padang Napu, khususnya Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Rabu (24/6/2026).

 

Patroli yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 16.00 WITA tersebut merupakan langkah preventif untuk mendeteksi dini potensi kebakaran hutan dan lahan yang rawan terjadi saat musim kemarau di wilayah Lembah Napu.

 

Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim Manggala Agni, Jusdin Tamelu, bersama Kanit Propam Polsek Lore Utara, Aipda I Gede Suadnyana. Turut terlibat dalam kegiatan tersebut Babinsa Desa Watutau Serka Juliadi, personel Manggala Agni, serta perangkat Desa Watutau.

 

Dalam pelaksanaannya, patroli terpadu difokuskan pada tiga aspek utama, yakni deteksi dini terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran seperti lahan gambut, padang ilalang, hutan kering, dan perkebunan masyarakat. Selain itu, petugas juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta memasang baliho himbauan di kawasan hutan pinus Desa Watutau.

 

Tim patroli juga menyiagakan langkah pemadaman awal apabila ditemukan titik api kecil guna mencegah meluasnya kebakaran ke area yang lebih besar.

 

Kapolsek Lore Utara AKP Thamrin Samuda mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan di wilayah Lembah Napu merupakan ancaman yang kerap muncul setiap musim kemarau. Kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan menyebabkan vegetasi menjadi kering dan mudah terbakar.

 

“Karhutla dapat menimbulkan dampak yang sangat luas apabila tidak ditangani sejak dini. Selain mengganggu kesehatan masyarakat melalui peningkatan kasus ISPA, kebakaran juga berpotensi merusak ekosistem, menghilangkan habitat flora dan fauna, serta menurunkan kualitas udara akibat kabut asap,” ujar AKP Thamrin.

 

Menurutnya, patroli terpadu yang melibatkan Polri, Manggala Agni, TNI, dan pemerintah desa merupakan bagian dari strategi pencegahan yang efektif untuk mendeteksi titik api sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

 

Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi dan kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah desa, BPBD Kabupaten Poso, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, serta instansi terkait lainnya dalam upaya penanggulangan Karhutla di wilayah Lembah Napu.

 

Selain patroli lapangan, Polsek Lore Utara akan terus mengintensifkan sosialisasi melalui para Bhabinkamtibmas dan pemasangan baliho himbauan mengenai bahaya Karhutla serta sanksi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

 

Kegiatan patroli terpadu berakhir sekitar pukul 16.00 WITA dalam keadaan aman, lancar, dan terkendali. Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Lembah Napu dapat diminimalisir sehingga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Related posts