SANGATTA – Momentum Hari Bhayangkara ke-80 dimanfaatkan Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto untuk memaparkan berbagai inovasi pelayanan publik yang telah dijalankan selama memimpin Polres Kutai Timur. Tidak kurang dari 25 program Commander Wish diluncurkan sebagai upaya menghadirkan Polri yang semakin dekat, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Hal itu disampaikan Kapolres AKBP Fauzan Arianto saat memberikan sambutan pada acara Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 bertema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, berbagai inovasi tersebut merupakan implementasi nyata dari semangat Polri Presisi yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pelayanan, perlindungan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Program-program ini kami hadirkan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin menjadi institusi yang cepat melayani, mudah diakses, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat,” kata AKBP Fauzan.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah layanan Hotline 110 dan program Lapor Pak Kapolres, yang beroperasi selama 24 jam untuk menerima pengaduan masyarakat secara cepat.
“Layanan Hotline 110 dan Program Lapor Pak Kapolres menjadi bagian dari komitmen Polres Kutim dalam memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat,” ujar Kapolres.
Selain itu, Polres Kutim juga menggagas berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga, seperti Bedah Rumah Presisi, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, layanan kesehatan Dokkes Care, ambulans gratis, sunatan massal, hingga distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Di bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda, Polres Kutim menghadirkan program Police Goes to School, Pesantren, dan Campus, Polri Sahabat Anak, perpustakaan keliling, internet gratis melalui Satpolair, hingga program Da’i Kamtibmas Presisi yang mengedepankan pendekatan edukatif dan keagamaan.
Fauzan juga menjelaskan Polres Kutim terus memperkuat pelayanan berbasis teknologi melalui inovasi digital, seperti aplikasi informasi lalu lintas Lantas Kutim, sistem e-Portal penjagaan, pemanfaatan videotron sebagai media komunikasi publik, serta tilang elektronik di sejumlah titik rawan pelanggaran.
“Di bidang lingkungan hidup dan ketahanan pangan, kami juga mengembangkan berbagai program, di antaranya penanaman jagung di lahan eks tambang, Gerakan Selasa Bersih (Selasih), patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta pengembangan pekarangan pangan bergizi yang mendukung program nasional,” jelasnya.
Tak hanya itu, pendekatan humanis juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan seperti Jumat Curhat Presisi, olahraga bersama masyarakat dan media, Warung Ojek Online Kamtibmas, Bakti Religi, Kresna Band Polres Kutim, hingga mobil Armoured Water Cannon (AWC) yang dimodifikasi sebagai layanan wudu keliling di masjid-masjid.
“Seluruh inovasi tersebut lahir dari kebutuhan masyarakat dan menjadi pedoman bagi seluruh personel Polres Kutim dalam memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
“Commander Wish bukan sekadar daftar program, tetapi komitmen kami untuk menghadirkan Polri yang lebih humanis, profesional, inovatif, dan selalu hadir memberikan manfaat bagi masyarakat Kutai Timur,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, AKBP Fauzan juga menyampaikan kabar menggembirakan bahwa berdasarkan hasil survei Litbang Kompas per 26 Juni 2026, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat menjadi 82,4 persen. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran kepolisian yang terus membangun pelayanan yang lebih terbuka, responsif, dan dekat dengan masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kami jaga. Capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri, tetapi menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah, memperbaiki kekurangan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.








