Makassar ~ masyarakat berharap agar diberikan peluang untuk berangkat ke Serawak Malaysia bekerja, dengan secara perorangan, masyarakat Sulsel khususnya Bulukumba, banteng, Jeneponto, Sangat mengharapkan kebijakan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan.
” Ada apa dengan kami sehingga di persulit untuk ke Sarawak Malaysia, kami di Sarawak hanya mencari nafkah bukan mencari permasalahan di negara orang, beberapa tahun ini orang Sulsel bolak-balik ke Sarawak mencari sesuap nasib,” mengapa pemerintah tidak memberikan kebijakan untuk mempermudah pemberangkatan kami.
Warga Sulawesi Selatan tidak pernah berbuat onar di negeri orang bahkan bisa dikata Sarawak maju karena kami yang mengelola ladang sawit mereka,” kurang lebih 45% warga Sulawesi Selatan yang bekerja di perladangan sawit.” Perintah Malaysia sangat menerima kehadiran warga sulsel.” mengapa pemerintah daerah Sulawesi Selatan yang mempersulit jalan kami,ucap seorang warga di Bantaeng
” Kalau pemerintah mempersulit proses pembuatan paspor sama halnya ingin memiskinkan rakyat sendiri.apa lagi di saat sekarang hasil panen jagung kurang bagus harga nya.kita sebagian besar hanya sebagian petani kecil,
Salah seorang warga kabupaten Jeneponto mempertanyakan ada apa sehingga kami di persulit pembuatan paspor,kami mau mencari nafkah bukan mau mengacaukan negara orang,ucap Daeng Miseng.
” Kalau seperti ini keadaan nya kami akan melakukan aksi protes ke DPRD provinsi Sulawesi Selatan,dan kepala dinas tenaga kerja provinsi, mempertanyakan tentang larangan pembuatan paspor di imigrasi.
Dalam waktu dekat ini kami akan mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk melakukan aksi demo, khususnya yang warganya banyak mengadu nasib di Malaysia Sarawak, ucap salah seorang warga kabupaten Bulukumba.
Kami bisa hidup lebih baik karena mengandung nasib di Malaysia, pemerintah pasti tahu semua ini,bisa di survei keadaan di desa~desa terpencil seperti di daerah pengunungan,mereka yang berhasil punya rumah yang layak adalah hasil kerja dari Malaysia,ucap Andi Nur dari kabupaten Soppeng.
Kami berharap pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera memberikan rekomendasi agar masyarakat bisa mengadu nasib di Malaysia Sarawak,demi untuk sesuap nasib, masyarakat sangat berharap akan ada kebijakan pemerintah khususnya provinsi Sulawesi Selatan,ucap Dahlan Sapa,pemerhati masyarakat pekerja migran.
” Ini adalah badai ke dua yang menimpah pekerja migran Sulsel,setahun yang lalu badai yang pertama adalah pengasan UUD Tindak pidana perdagangan orang,kini lain lagi badai nya sulitnya pengurus paspor untuk warga masyarakat Sulsel,ada apa ya……
Laporan : Koordinator Liputan wila
yah Sulsel, ST Rahma.”
