Poso – Dalam rangka memperingati Hari Raya Paskah tahun 2026, Persekutuan Remaja Klasis Behoa menggelar kegiatan ibadah khusus yang berbeda dari biasanya. Bertempat di Bukit Wisata Tomamutu, Desa Baleura, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, ratusan remaja berkumpul untuk beribadah di alam terbuka. Jumat (1/5/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA ini mengusung semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap isu-isu sosial yang dihadapi generasi muda. Ibadah Paskah dipimpin langsung oleh Vicaris Nain Jansen Londong, S.Fil, dengan diikuti oleh sekitar 120 peserta yang terdiri dari anggota persekutuan remaja, pembina, serta para pendeta se-Klasis Behoa. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Persekutuan Remaja Klasis Behoa, Pdt. Haskam Manado, S.M.Th., dan jajaran pengurus klasis.
Suasana khidmat di alam terbuka semakin bermakna dengan adanya sesi edukasi penting yang disampaikan oleh Kapolsek Lore Tengah, Ipda Rinald Alexandro Herlambang. Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek memberikan sosialisasi mendalam mengenai bahaya bullying (perundungan) dan penyalahgunaan narkotika, dua isu krusial yang sering mengancam kesehatan mental dan fisik remaja.
Selain ibadah dan penyuluhan, rangkaian acara juga diisi dengan permainan edukatif (games) untuk mempererat tali persaudaraan antar remaja, serta makan bersama yang menambah kehangatan suasana. Kegiatan berlangsung hingga pukul 14.00 WITA dan berjalan dengan lancar berkat pengamanan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Baleura, Bripka Jamal B. Situasi selama kegiatan terpantau aman dan kondusif.
Kasi Humas Polres Poso, AKP Rianto Hilian, dalam pernyataannya mengapresiasi sinergi antara gereja dan kepolisian dalam membina karakter generasi muda.
“Kegiatan Ibadah Paskah Remaja Klasis Behoa di Bukit Tomamutu ini adalah contoh nyata bagaimana nilai-nilai spiritual dapat dikolaborasikan dengan edukasi pencegahan kejahatan. Kehadiran Polsek Lore Tengah untuk menyampaikan materi tentang bullying dan narkoba sangat relevan, mengingat remaja adalah aset masa depan yang harus dijaga dari pengaruh negatif,” ujar AKP Rianto Hilian.
Ia menambahkan, pendekatan persuasif seperti ini merupakan bagian dari strategi Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak dan remaja. “Kami berharap melalui pesan-pesan yang disampaikan hari ini, para remaja Klasis Behoa tidak hanya menjadi pribadi yang beriman, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berani menolak bullying dan menjauhi narkoba di lingkungan mereka masing-masing. Polres Poso akan terus mendukung kegiatan positif semacam ini,” pungkasnya.
Kegiatan berakhir dengan kesan mendalam bagi para peserta, membawa pulang pesan damai Paskah serta komitmen bersama untuk menciptakan generasi muda Poso yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia.
PMBcom.,”
