Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Sulawesi Tengah ajak Polri Perkuat Profesionalisme dan Kepercayaan Publik

 

Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, didampingi Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Nasri, pimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu 01/07/2026 pagi.

 

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat.

 

Diantaranya Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah mewakili Ketua DPRD, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Imanuel Rudy Pailang, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah Khamim Thohari, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Tengah Dr. Drs. H. Syamsulbahri.

 

Selain itu juga dihadiri Kepala BNNP Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Ferdinand Maksi Pasule, perwakilan BIN Daerah Sulawesi Tengah, Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanta, Danlanal Palu Kolonel Marinir Mohammad Ali Wardhana, Danden TNI AU Letkol Kal Suhardin, para Pejabat Utama Polda Sulteng, serta para tamu undangan lainnya.

 

Suasana penuh kebersamaan dan sinergitas antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh unsur masyarakat tampak mewarnai jalannya upacara peringatan Hari Bhayangkara ke 80 tahun 2026.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

 

Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri di mana pun bertugas, sekaligus memberikan apresiasi atas dedikasi, pengabdian, dan kerja keras Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

 

Presiden menegaskan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, mencerminkan komitmen Polri untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui tugas melindungi, mengayomi, dan melayani secara profesional, responsif, serta berorientasi pada kepentingan publik.

 

Presiden juga mengingatkan bahwa tantangan Polri ke depan akan semakin kompleks seiring perkembangan dinamika global, mulai dari rivalitas geopolitik, perang siber, kejahatan transnasional, hingga ketidakpastian ekonomi dunia.

 

Kondisi tersebut menuntut Polri untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang adaptif, prediktif, modern, dan mampu merespons setiap perkembangan situasi secara cepat.

 

Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Presiden mengapresiasi peran aktif Polri dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah, di antaranya pengawalan Program Makan Bergizi Gratis, program swasembada pangan melalui optimalisasi lahan jagung, pemberantasan narkoba, penyelundupan dan judi online, pembangunan rumah bagi personel Polri dan masyarakat, serta pengamanan investasi dan proyek-proyek strategis nasional.

 

Untuk menjawab tantangan ke depan, Presiden memberikan lima arahan utama kepada seluruh jajaran Polri, yakni memperkuat kelembagaan Polri, meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan fleksibilitas organisasi menghadapi dinamika lingkungan strategis, serta memperkuat legitimasi institusi melalui peningkatan integritas, transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik.

 

Presiden menegaskan bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat.

 

Oleh karena itu, lanjut Presiden, Polri harus terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, humanis, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

 

Di akhir amanatnya, Presiden kembali mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh insan Bhayangkara.

 

Ia mengajak seluruh anggota Polri menjadikan setiap tugas sebagai ibadah, setiap pelayanan sebagai kehormatan, dan kepercayaan rakyat sebagai landasan utama dalam menjalankan pengabdian.

 

“Polri yang kuat adalah Indonesia yang aman, dan Indonesia yang aman adalah Indonesia yang maju. Dirgahayu Polri ke-80, teruslah mengabdi untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” demikian penutup amanat Presiden yang dibacakan oleh Gubernur Sulawesi Tengah.

 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol. Djoko Wienartono mengatakan, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh jajaran Polda Sulteng untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Tengah.

 

Menurutnya, semangat Hari Bhayangkara harus menjadi motivasi bagi setiap personel Polri untuk terus berbenah, meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang cepat, humanis, dan berkeadilan.

 

“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami berharap Polri semakin dekat dengan masyarakat, semakin dipercaya, dan mampu memberikan rasa aman serta menjadi solusi bagi setiap persoalan yang dihadapi masyarakat,” pungkas Kabid Humas.

 

PMBcom.,”

Related posts