Musim Kemarau Melanda! Bhabinkamtibmas Kuala Behe Gerak Cepat Ajak Warga Cegah Karhutla Lewat Banner Keliling

 

Polsek Kuala Behe – Polres Landak – Polda Kalbar ~ Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Landak dalam beberapa hari terakhir menjadi alarm keras bagi semua pihak. Ketiadaan hujan berpotensi meningkatkan risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terutama di area perladangan warga. Menanggapi situasi ini, Bhabinkamtibmas Polsek Kuala Behe tidak tinggal diam dan langsung turun ke lapangan dengan cara yang unik dan humanis pada Jumat (3/7/2026).

 

Tidak hanya sekadar patroli biasa, Bhabinkamtibmas kali ini menyambangi warga dengan membawa banner bertuliskan imbauan pencegahan karhutla. Metode komunikasi visual ini dinilai lebih efektif untuk menarik perhatian sekaligus menyampaikan pesan penting agar masyarakat tidak membakar lahan secara sembarangan saat hendak membuka ladang. Suasana penyampaian himbauan pun berlangsung hangat namun tegas, mengingatkan warga bahwa keselamatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

 

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Kuala Behe IPTU Handoko Warih yang dikonfirmasi secara terpisah mengapresiasi langkah preventif anggotanya. Ia menegaskan bahwa pendekatan persuasif di tengah musim kering seperti sekarang sangat krusial untuk mencegah bencana asap sebelum terjadi.

 

Lanjut Kapolsek menambahkan, “Kami memahami bahwa membuka lahan adalah kebutuhan ekonomi warga, namun di musim kemarau ekstrem ini, metode pembakaran harus ditinggalkan demi keamanan kita semua. Melalui banner dan dialog langsung ini, kami ingin memastikan pesan ‘Stop Bakar Lahan’ benar-benar sampai ke hati masyarakat. Jangan sampai kelalaian kecil berakibat fatal bagi ekosistem dan kesehatan publik. Polri akan terus hadir di tengah warga, bukan untuk menakuti, tetapi untuk melindungi dan mengedukasi agar musim kemarau ini bisa kita lalui dengan aman tanpa insiden kebakaran,” pungkasnya.

 

Langkah proaktif jajaran Polsek Kuala Behe ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat, sehingga tradisi buka ladang tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian alam dan ketertiban hukum di tengah tantangan cuaca ekstrem saat ini.

 

KA, Biro Kab Landak Basirun.,”

Related posts