Openi Publik : Pemerhati Keadilan Masyarakat Terabaikan Hukum.
Dahlan Sapa
Pimpinan Redaksi
PmMBcom ~ Menyambut Hari Jadi Kepolisian Republik Indonesia yang ke‑80 tahun, Polri berdiri di hadapan masyarakat dengan beragam penilaian yang disampaikan secara terbuka dan jujur. Di satu sisi, apresiasi dan pujian mengalir deras dari segala lapisan masyarakat, mulai dari warga biasa, tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga para pemimpin bangsa dan wakil rakyat di lembaga legislatif. Berbagai lembaga penelitian serta lembaga pengamat kebijakan dan survei nasional pun mencatat adanya perubahan nyata dan kemajuan berarti yang telah dicapai oleh lembaga penegak hukum ini dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia turut menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghargaan yang tulus atas keberhasilan Polri dalam meningkatkan kinerja, memperbaiki tata kelola, dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat luas.
Seluruh kemajuan dan keberhasilan yang telah diraih tentunya tidak muncul begitu saja, melainkan buah dari kerja keras, ketekunan, dan komitmen seluruh jajaran kepolisian di bawah arahan serta kepemimpinan tegas Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Langkah‑langkah pembaruan dan peningkatan mutu kinerja terlihat nyata diterapkan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat di Markas Besar Polri, terus disampaikan dan dilaksanakan hingga ke jajaran pemerintahan daerah seperti Kepolisian Daerah, Kepolisian Resor, sampai ke satuan pelayanan terdepan. Semangat untuk terus berubah, berbenah, dan mendekatkan diri kepada rakyat senantiasa digalakkan guna menjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat yang merupakan modal utama keberadaan Polri sebagai pelindung dan pengayom bangsa.
Namun, di tengah beragam kemajuan dan pujian yang diterima, Pimpinan Tertinggi Polri menyadari sepenuhnya bahwa perjalanan panjang pembenahan belumlah sampai pada titik akhir. Masih terdapat banyak ruang yang harus diperbaiki, ditingkatkan, dan disempurnakan agar cita‑cita menjadi kepolisian yang bersih, berwibawa, dan dicintai rakyat benar‑benar terwujud sepenuhnya. Jika diamati lebih mendalam, kualitas pelayanan dan sikap kepedulian jajaran kepolisian di kawasan perkotaan besar memang sudah terasa jauh lebih baik, lebih terbuka, dan lebih memuaskan harapan masyarakat. Akan tetapi, kondisi yang sama belumlah dirasakan secara merata di seluruh pelosok negeri, terutama di wilayah‑wilayah yang letaknya jauh dari pusat pemerintahan.
Masih ditemukan kenyataan pahit bahwa sejumlah oknum anggota kepolisian belum sepenuhnya mengindahkan arahan, perintah, maupun aturan ketat yang telah ditetapkan oleh pimpinan tertinggi. Penyimpangan sikap dan tindakan ini tampak lebih terasa di wilayah yang letaknya cukup jauh dari jangkauan pengawasan langsung Kepolisian Daerah, terutama di lingkungan kerja Kepolisian Resor, dan yang paling banyak menyentuh kehidupan sehari‑hari warga adalah di tingkat Kepolisian Sektor yang berada tepat di tengah‑tengah masyarakat.
Di tingkat pelayanan terdepan inilah kami selaku insan pers kerap mendengar dan menerima keluhan warga terkait masih adanya pelanggaran aturan, sikap yang kurang ramah, pelayanan yang berbelit‑belit, hingga tindakan yang dianggap tidak adil dan belum sejalan dengan harapan masyarakat maupun ketentuan hukum yang berlaku. Kenyataan ini menjadi pengingat yang sangat berharga: bahwa sistem pengawasan, pembinaan, dan penegakan disiplin harus terus diperkuat, diperdalam, dan diperluas hingga menjangkau jajaran paling bawah, agar seluruh kemajuan yang telah dibangun dengan susah payah dapat dirasakan manfaatnya secara sama rata oleh seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali di tempat terpencil sekalipun.
Sebagai insan pers yang bergerak di bidang liputan berita dan pengawasan sosial, kami selaku pimpinan redaksi surat Media Online Pena Mitra Bhayangkara kerap berkunjung, berkelana, dan menelusuri berbagai daerah yang letaknya jauh dari keramaian, termasuk beragam wilayah di Pulau Kalimantan yang luas dan beraneka ragam medan wilayahnya. Dari hasil pengamatan langsung serta percakapan terbuka dengan warga setempat, kami masih mendapati banyak keluhan yang disampaikan masyarakat terkait pelayanan kepolisian yang belum memuaskan, kurang tepat sasaran, atau bahkan masih ada tindakan oknum yang justru memberatkan warga yang mencari keadilan dan perlindungan.
Banyak warga di wilayah‑wilayah terpencil dan perbatasan Pulau Kalimantan yang kami temui menyampaikan rasa kecewa dan harapannya yang belum terpenuhi. Mereka mengaku masih bertemu dengan oknum anggota yang seolah tidak mendengar dan tidak mempedulikan seruan serta perintah pemimpin tertinggi Polri untuk melayani dengan hati, jujur, dan adil. Akibat kelalaian dan sikap kurang baik dari sebagian oknum tersebut, masyarakatlah yang menjadi pihak yang dirugikan, merasa takut, ragu, hingga kehilangan kepercayaan saat harus berhadapan dengan aparat penegak hukum.
Atas dasar kenyataan yang kami temukan langsung di lapangan ini, kami selaku pimpinan redaksi Pena Mitra Bhayangkara menyampaikan harapan dan seruan yang tulus kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia agar senantiasa memperhatikan dan memperketat sistem pengawasan, pembinaan, serta penegakan disiplin terhadap seluruh jajaran yang bertugas di daerah‑daerah terpencil, terluar, dan perbatasan. Pengawasan tidak boleh berhenti hanya sampai di tingkat kota besar, melainkan harus menjangkau setiap sudut wilayah agar tidak ada lagi oknum yang merasa bebas bertindak semaunya karena merasa jauh dari pantauan pimpinan.
Di usia ke‑80 tahun yang penuh sejarah dan pengalaman ini, harapan besar seluruh rakyat Indonesia tertuju kepada Polri: agar semakin tegas dan berani membersihkan diri dari segala penyimpangan, semakin bertekad memperbaiki kualitas pelayanan di setiap tempat, dan semakin kokoh berdiri menjadi pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat yang jujur, adil, berani, dan berwibawa di mata seluruh bangsa. Semoga semangat pembaruan yang terus dinyalakan mampu menjangkau hingga ke sudut terjauh tanah air, sehingga kehadiran Bhayangkara benar‑benar menjadi cahaya keamanan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
