Poso – Kapolres Poso, AKBP Alowisius Londar, S.I.K., memberikan pemaparan materi dalam kegiatan Intermediate Training (LK II) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Poso, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Bambu Jaya, Kelurahan Bonesompe, Kecamatan Poso Kota Utara tersebut diikuti oleh 21 peserta dari berbagai cabang HMI, di antaranya Palu, Pare-Pare, Makassar Timur, Palopo, Gorontalo, dan Poso.
Dalam pemaparannya, Kapolres Poso mengangkat tema “Cara Memahami Sikap Intoleran, Radikal, dan Terorisme serta Strategi Adaptif Polri dalam Menjaga Keamanan Wilayah Indonesia.”
Kapolres menjelaskan bahwa terorisme tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui tahapan yang berawal dari sikap intoleran dan berkembang menjadi radikalisme.
“Teror itu akan muncul ketika sudah ada gejala radikal, dan radikal muncul dari sikap intoleran,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa sikap intoleran seringkali dipicu oleh ketidakmampuan menerima perbedaan, baik dari sisi agama, suku, ras, hingga cara berpikir. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu membuka wawasan dan berpikir lebih luas dalam menyikapi keberagaman.
Selain itu, Kapolres mengingatkan pentingnya menjaga cara berpikir kritis tanpa terjebak pada tindakan anarkis, khususnya dalam menyampaikan aspirasi.
“Demonstrasi dijamin oleh undang-undang, namun ketika anarkis, nilai perjuangan akan rusak dan simpati masyarakat akan hilang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memaparkan strategi adaptif Polri dalam menjaga keamanan wilayah, termasuk pendekatan preventif melalui peran Bhabinkamtibmas di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Poso.
Ia menegaskan bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keamanan, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.
“Polisi tidak alergi terhadap kritik, tetapi kritik harus tetap objektif dan tidak terpengaruh oleh opini yang menyesatkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kapolres memperkenalkan layanan pengaduan masyarakat melalui call center 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam di seluruh Indonesia.
Di akhir kegiatan, Kapolres mengajak para kader HMI untuk menjadi agen perubahan dan benteng dalam menangkal paham intoleran, radikal, dan terorisme di tengah masyarakat.
Kegiatan yang juga dihadiri oleh Kasat Intelkam Polres Poso AKP La Ode Muhamad Aludin serta para Master of Training dari berbagai cabang HMI tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai pada pukul 15.15 Wita, ditutup dengan sesi foto bersama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa dapat menjadi mitra strategis Polri, mampu berpikir kritis, serta berperan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan dan persatuan bangsa.
PMBcom.,”
