Entikong ~ Solidaritas sesama perantau Bugis sangat erat. Ketika ada yang meninggal, mereka kompak mengurus jenazah bersama mulai dari memandikan, mengafani, mensalatkan, hingga memakamkan. Hal ini didorong oleh falsafah sipakatau (saling memanusiakan) dan sipakalebbi (saling menghormati).
Prosesi ini menguatkan ikatan kekeluargaan antarsaudara perantau, memastikan tidak ada duka yang dipikul sendirian meski berada jauh dari tanah leluhur.tegas bang Rustan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah perantau asal Sulawesi Selatan. Semoga amal ibadah almarhum “Samad Bin Muda.” diterima di sisi-Nya, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.
Solidaritas warga Entikong dalam mengurus dan menghormati jenazah tanpa memandang latar belakang suku menunjukkan tingginya nilai toleransi dan gotong royong masyarakat perbatasan. Semangat kebersamaan lintas etnis ini mencerminkan falsafah persaudaraan yang mengutamakan nilai kemanusiaan di atas segalanya.
Kehadiran seorang tokoh Bugis yang telah lama menetap di wilayah perbatasan kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau,Kalimantan Barat., Beliau hadir di tempat duka merupakan wujud nyata dari nilai “Siri’ na Pesse” (menjaga kehormatan dan merasakan penderitaan sesama) serta kuatnya pembauran adat di tanah rantau.ucapnya,Aswandi “Bang Damri.”
Prinsip dasar masyarakat Bugis untuk ikut merasakan kepedihan orang lain, tanpa memandang suku atau latar belakang.,Sebagai perantau yang lama tinggal di Entikong (wilayah mayoritas Dayak dan Melayu), tokoh tersebut menunjukkan rasa hormat pada adat istiadat setempat (di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung)., Kehadirannya memperkuat hubungan antar-etnis di wilayah perbatasan yang dinamis dan multikultural.ucap Aswandi “Bang Damri”
Aswandi “Bang Damri”..,Mewakili keluarga almarhum menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam dan penghargaan setinggi ~ tingginya kepada seluruh warga Entikong yang telah meluangkan waktu hadir, mendoakan, dan mengantar almarhum hingga ke tempat peristirahatan terakhir, ucapnya.
Wakil Pimpinan Redaksi Kalimantan Barat Media Online Pena Mitra Bhayangkara, ” Rustan,.Terima kasih banyak atas kepedulian dan kehadiran seluruh masyarakat Entikong.Sebagai sesama warga, saya ikut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum Samad Bin Muda, dan kehadiran, bantuan, dan doa dari seluruh masyarakat Entikong dalam mengantarkan almarhum hingga ke peristirahatan terakhir tentu menjadi penghibur sekaligus penguat yang sangat berarti bagi keluarga besar yang ditinggalkan.
Hal ini membuktikan betapa indahnya rasa kebersamaan, toleransi, dan solidaritas antarwarga di Entikong tanpa memandang latar belakang suku maupun budaya. Semoga kebaikan seluruh masyarakat dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
PMBcom,Kalbar.,”








