Sanggau, Entikong ~ Diskusi keagamaan di warung kopi tepatnya pos linta batas negara (PLBN) kecamatan Entikong,kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.,Dapat menjadi momen informal dan santai untuk saling berbagi sudut pandang dan pemahaman. Agar percakapan tetap produktif dan menghargai semua pihak, beberapa hal berikut bisa menjadi panduan.
Berbagi nilai moral dan etika., Mulailah dari topik yang lebih umum dan universal, seperti pentingnya kejujuran, saling menghormati, dan berbuat baik kepada sesama. Ini bisa menjadi dasar yang baik untuk percakapan yang lebih mendalam.
Pengalaman spiritual pribadi.,Ceritakan pengalaman atau pandangan pribadi diri sendiri terhadap keyakinan, bukan berusaha mengubah keyakinan orang lain. Fokuslah pada hal-hal yang membawa makna dan pencerahan bagi bagi kita semua.
Sumbangsih agama untuk masyarakat., Diskusikan bagaimana nilai-nilai agama dapat mendorong gotong royong, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama.ucap Bang haji Kiwil.,
Pertemuan singkat ini banyak makna yang kita dapatkan, secara tidak langsung kita menemukan beberapa pengalaman,apa yang bang Kiwil katakan bahwa itu benar.
Hindari perdebatan sengit., Jika percakapan mulai memanas, kembalikan ke topik yang lebih ringan. Warung kopi adalah ruang publik yang santai, bukan arena debat formal.
Diskusikan topik agama sewajarnya, jangan mendominasi percakapan. Ingat, tujuan utama di warung kopi mungkin adalah untuk bersantai dan bersosialisasi,bukan untuk berdebat,tegas bang Rustan Koordinator Liputan Media Online Pena Mitra Bhayangkara.”
” Ia juga menambahkan pentingnya menjaga tali silaturahmi antarwarga sebagai jalan untuk mendatangkan keberkahan dan rezeki dari Allah SWT.,ucap Haji Bang Kiwil.
PMBcom.”
