SANGATTA — Kapolres Kutai Timur (Kutim), AKBP Fauzan Arianto, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor), khususnya di bulan suci Ramadan.
Menurutnya, aktivitas masyarakat yang meningkat pada malam hari, seperti saat salat tarawih, tadarus, hingga menjelang sahur, kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.
“Di bulan Ramadan, mobilitas warga cenderung lebih tinggi, terutama pada malam hari. Kondisi ini berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku curanmor jika kita lengah,” ujar AKBP Fauzan Arianto, Sabtu (28/02/2026).
AKBP Fauzan menegaskan pencegahan curanmor dapat dilakukan dengan langkah sederhana, seperti menggunakan kunci ganda, memarkir kendaraan di tempat yang aman dan terang, serta tidak meninggalkan kendaraan dalam kondisi tidak terkunci.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan barang berharga di dalam kendaraan serta memastikan sepeda motor dalam keadaan terkunci stang saat diparkir, baik di rumah maupun di tempat ibadah.
“Pastikan kendaraan diparkir di area yang mudah diawasi. Jika memungkinkan, gunakan kunci tambahan atau alarm untuk memperkecil peluang terjadinya pencurian,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar tempat tinggal.
“Kami akan terus mengintensifkan patroli pada jam-jam rawan sebagai langkah preventif guna menekan angka kejahatan, termasuk curanmor, selama Ramadan. Kami ingin masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan merasa aman. Peran aktif warga sangat membantu kami dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tutupnya.
Kabiro Kab Kutim Muhammad Amir.”








