Parigi Moutong — Jajaran Kepolisian Resor Parigi Moutong menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kehadiran Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Parigi Moutong Kompol Henry Burhanuddin yang mewakili Kapolres Parigi Moutong pada Zoom Meeting Panen Raya Serentak Nasional, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00 Wita tersebut digelar di Lembaga Pemasyarakatan Olaya Parigi dan diikuti secara serentak oleh berbagai daerah di Indonesia. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis pembinaan produktif dan kolaborasi lintas sektor.
Selain Wakapolres Parigi Moutong, kegiatan turut dihadiri Kepala Lapas Olaya Parigi Fentje, S.Pd, Wakapolsek Parigi Iptu I Dewa Eka Winaya, serta perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Parigi Moutong. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan soliditas dan sinergi antarlembaga dalam mendukung agenda strategis nasional.
Dalam keterangannya, Kompol Henry Burhanuddin menegaskan bahwa Polri mendukung penuh program ketahanan pangan yang melibatkan seluruh elemen, termasuk lembaga pemasyarakatan.
“Ketahanan pangan merupakan bagian dari ketahanan nasional. Polri siap bersinergi dengan Lapas dan Forkopimda untuk memastikan program ini berjalan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kompol Henry.
Ia juga menilai keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan pertanian produktif merupakan langkah positif dalam membentuk kemandirian, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial.
“Pembinaan seperti ini sangat strategis karena tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan dan nilai kerja yang berguna setelah mereka kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Melalui Panen Raya Serentak Nasional ini, diharapkan kolaborasi antara Polri, Lapas, dan Forkopimda Kabupaten Parigi Moutong semakin kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh, sekaligus mendukung pembinaan Pemasyarakatan yang produktif dan humanis.
Korwil Sulteng Abd Rakit.”








