DP3A-Dalduk KB Sulawesi Selatan Hadirkan Guru Besar Universitas Mega Buana (UMB) Palopo sebagai Narasumber pada Rakor Penyusunan Laporan TPPS Semester II

*DP3A-Dalduk KB Sulawesi Selatan Hadirkan Guru Besar Universitas Mega Buana (UMB) Palopo sebagai Narasumber pada Rakor Penyusunan Laporan TPPS Semester II

 

Makassar — 11 Desember 2025. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-Dalduk KB) Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Rapat Koordinasi Penyusunan Laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Semester II, bertempat di Hotel Dalton Makassar. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Arlin Adam, SKM., M.Si, Guru Besar Universitas Mega Buana Palopo, sebagai narasumber utama.

 

Melalui undangan resmi Nomor 400.2/3267/DP3A-DALDUK KB, DP3A-Dalduk KB meminta kesediaan Prof. Arlin untuk membawakan materi berjudul “Perspektif Sosiologi Kesehatan dalam Analisis Data dan Penyusunan Laporan TPPS Semester II.” Paparan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangka penguatan kapasitas daerah dalam menyusun laporan berbasis analisis sosial dan evidence-based.

 

Dalam pemaparannya, Prof. Arlin menjelaskan bahwa masalah stunting tidak hanya disebabkan faktor gizi atau kesehatan, namun juga sangat dipengaruhi oleh struktur sosial, kondisi ekonomi keluarga, pola asuh, budaya lokal, dan disparitas akses layanan kesehatan antar wilayah. Ia menegaskan bahwa pendekatan sosiologi kesehatan dibutuhkan untuk melihat hubungan antara data kuantitatif dengan realitas sosial yang terjadi di masyarakat.

 

“Angka stunting harus dibaca bersama karakteristik sosial wilayah, praktik budaya, serta modal sosial masyarakat. Analisis yang kuat bukan hanya menjelaskan angka, tetapi juga konteks dan penyebab sosial di baliknya,” ujar Prof. Arlin dalam sesi pemaparan.

 

Prof. Arlin juga memperkenalkan kerangka analisis berbasis teori seperti Determinan Sosial Kesehatan, Social Capital, Health Belief Model, dan konsep Structural Violence sebagai pendekatan yang dapat digunakan pemerintah daerah dalam memperkaya laporan TPPS.

 

Kepala DP3A-Dalduk KB Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Mirna, S.H., M.A.P, menyampaikan apresiasi atas kontribusi keilmuan Prof. Arlin. Menurutnya, sudut pandang sosiologi kesehatan menjadi penguatan penting dalam memahami dinamika penurunan stunting di daerah.

 

“Masukan yang diberikan Prof. Arlin sangat relevan dan dapat menjadi dasar analisis bagi kabupaten/kota dalam penyusunan laporan TPPS yang lebih komprehensif,” ujarnya.

 

Kegiatan Rakor ini diikuti oleh perwakilan kabupaten/kota, OPD terkait, serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting di Sulawesi Selatan. Hasil kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyusunan laporan TPPS dan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *