POSO – Setelah tiga hari dinyatakan hilang, seorang warga lanjut usia asal Desa Alitupu, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di aliran sungai wilayah Desa Maholo, Kecamatan Lore Timur, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 14.18 WITA.
Korban diketahui bernama Pilemon Nggowi (68), seorang petani yang sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 10.00 WITA untuk menuju kebun coklat miliknya yang berada di Desa Maholo.
Berdasarkan keterangan saksi Astuti Sugeng yang merupakan menantu korban, sekitar pukul 15.30 WITA pada hari yang sama, korban sempat singgah di rumah seorang warga bernama Wawan untuk meminta rokok sebelum melanjutkan perjalanan menuju kebunnya. Namun setelah itu korban tidak kembali ke rumah dan tidak diketahui keberadaannya.
Upaya pencarian dilakukan pada Minggu siang dengan melibatkan Kepala Desa Alitupu Yoyakim Soli, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, serta puluhan warga setempat. Tim pencari menyisir berbagai lokasi yang biasa dilalui korban, mulai dari area kebun, padang, semak belukar, kolam, selokan hingga sepanjang aliran sungai.
Setelah beberapa jam melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tubuh korban ditemukan tersangkut di bawah ranting dan batang kayu di dalam aliran sungai wilayah Desa Maholo.
Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui mengidap penyakit pikun dan sering bepergian seorang diri tanpa pendampingan. Korban diduga terbawa arus sungai saat berusaha menyeberang menuju kebunnya yang berada di seberang sungai. Dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan arus menjadi lebih deras.
Kapolsek Lore Utara, AKP Thamrin Samuda, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga korban sekaligus mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan anggota keluarga lanjut usia.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Pilemon Nggowi. Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, korban yang merupakan lansia dengan riwayat penyakit pikun diduga terbawa arus sungai saat hendak menyeberang ke kebunnya,” ujar AKP Thamrin Samuda.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memberikan pendampingan dan pengawasan kepada anggota keluarga yang sudah lanjut usia, terutama yang memiliki riwayat penyakit pikun atau gangguan daya ingat.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang memiliki keluarga lanjut usia atau dengan riwayat penyakit serupa, agar senantiasa memberikan pendampingan dan pengawasan saat beraktivitas di luar rumah, terutama di area yang berpotensi bahaya seperti sungai. Jangan biarkan lansia bepergian sendirian tanpa sepengetahuan keluarga. Apabila mendapati anggota keluarga yang tidak pulang atau tampak kebingungan, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau pihak kepolisian terdekat agar dapat segera dilakukan pencarian. Keselamatan keluarga adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah serta takdir Tuhan Yang Maha Esa. Setelah dievakuasi menggunakan ambulans, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Alitupu untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh keluarga.
PMBcom.,”








