Sinergi FKUB dan Bamag Sulteng Gerakkan 10.000 Paket Makanan, Prof Zainal Abidin: Ini Contoh Agama Hadir untuk Kedamaian dan Kesejahteraan Umat Manusia

 

FKUB SULTENG – Lapangan Vatulemo Palu menjelma menjadi lautan kedamaian yang menyejukkan pada Minggu pagi 31 Mei 2026. Lewat kolaborasi kemanusiaan berskala besar, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Sulteng berhasil menghentak publik dengan membagikan 10.000 paket makanan siap saji secara serentak kepada anak-anak panti asuhan dan masyarakat prasejahtera.

 

Agenda sosial ini dihadiri langsung oleh Ketua FKUB Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, Ketua TP PKK Kota Palu, Diah Puspita, serta dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana, Hendrik G. Lyanto dan Ketua Bamag Sulteng, Lukky Semen.

 

Selain dipusatkan di Lapangan Vatulemo sebagai pusat kegiatan seremonial, ribuan paket makanan tersebut juga diantarkan secara langsung ke panti-panti asuhan yang tersebar di wilayah Kota Palu hingga merambah ke wilayah kabupaten tetangga.

 

Ketua FKUB Sulteng, Prof. Zainal Abidin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bamag Sulteng yang menginisiasi gerakan sosial ini. Baginya, agama tidak boleh hanya terjebak dalam ruang ritual di dalam rumah ibadah, melainkan harus turun ke jalan untuk menjawab persoalan ril kemanusiaan di akar rumput.

 

“FKUB terlibat dan mengawal penuh gerakan ini untuk memastikan nilai inklusivitas itu berjalan. Pengurus kita yang merupakan keterwakilan dari majelis-majelis agama kompak bergerak bersama, bahu-membahu mendata panti asuhan seluruh agama,” ujar Prof. Zainal.

 

Rektor pertama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu yang juga Wakil Ketua Dewan Pakar PB Alkhairaat ini menjelaskan bahwa kebijakan menyalurkan bantuan makanan secara merata kepada seluruh panti asuhan lintas iman membawa pesan edukasi sosial yang amat mahal harganya.

 

“Rasa lapar itu tidak memiliki agama, dan air mata kesusahan itu rasanya sama. Ketika kita berbagi makanan ke seluruh panti asuhan tanpa memandang latar belakang keyakinan mereka, kita sedang menegaskan bahwa di hadapan kemanusiaan, kita semua berbicara dengan bahasa yang sama. Ini adalah praktik moderasi beragama yang paling autentik,” urai Rais Syuriyah PBNU tersebut.

 

Lebih lanjut, tokoh intelektual Islam ini menambahkan bahwa keteladanan yang ditunjukkan di lapangan Vatulemo hari ini adalah miniatur dari peradaban masa depan yang dicita-citakan oleh dunia internasional.

 

“Ini saya kira adalah harapan kita semua dalam mewujudkan tatanan dunia baru yang lebih aman dan harmonis. Bahwa agama itu hadir bukan untuk peperangan atau permusuhan, tetapi untuk perdamaian, kemaslahatan, serta kesejahteraan umat manusia. Dan nilai-nilai luhur universal ini telah berhasil kita praktikkan dengan sangat indah di Kota Palu dan Sulawesi Tengah,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Hendrik G. Lyanto atau yang akrab disapa Koh Aceo, menjelaskan bahwa gerakan 10.000 paket makanan ini murni lahir dari panggilan moral dan ketulusan hati jajaran Bamag Sulteng untuk ikut meringankan beban hidup sesama di tengah situasi ekonomi yang dinamis.

 

Pengusaha sukses sekaligus tokoh yang dikenal sangat peduli pada isu kerukunan umat beragama ini memaparkan bahwa sasaran logistik ini dikawal ketat agar benar-benar menyentuh kelompok masyarakat prasejahtera yang membutuhkan.

 

“Ini murni aksi sosial sebagai wujud kepedulian kami kepada masyarakat yang membutuhkan. Secara umum, kami menyasar saudara-saudara kita yang kurang mampu, fakir miskin, anak-anak panti asuhan, hingga para pengasuh panti yang tanpa lelah mendedikasikan hidup mereka. Kami berharap aksi sosial ini bermanfaat dan bisa memicu gelombang kebaikan serupa dari elemen-elemen lainnya di Sulawesi Tengah,” ungkap Koh Aceo.

 

Kehadiran Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, bersama istri di tengah-tengah riuhnya anak-anak panti asuhan lintas iman semakin menambah kehangatan suasana.

 

Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan seperti FKUB dan Bamag, serta tokoh masyarakat terbukti menjadi pilar utama pertahanan stabilitas keamanan di Ibu Kota Provinsi Sulteng.

 

Wali Kota mengapresiasi keteladanan yang ditunjukkan oleh para tokoh lintas agama. Ketika para pemimpin umat kompak bergerak dalam aksi nyata yang berdampak kepada masyarakat.

 

PMBcom.,”

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *